Foto: Giles Laurent (CC BY-SA 4.0) via Wikimedia Commons
Burung lovebird adalah burung paruh bengkok kecil dari genus Agapornis yang terkenal karena warnanya cerah, suaranya ramai, dan sifatnya yang lekat dengan pasangannya. Lovebird cukup mudah dipelihara di rumah, asalkan pakannya bervariasi, kandangnya lega, dan ia mendapat cukup interaksi setiap hari.
Ringkasan:
- Ada sembilan spesies lovebird; delapan berasal dari daratan Afrika dan satu dari Madagaskar.
- Yang paling banyak dipelihara adalah lovebird Fischer, lovebird topeng (personata), dan lovebird muka salem (roseicollis).
- Biji-bijian saja tidak cukup; tambahkan sayur, buah, dan bila bisa pelet khusus burung.
- Alpukat, cokelat, bawang, biji buah, dan makanan asin berbahaya untuk burung.
- Kebanyakan jenis lovebird tidak bisa dibedakan jantan-betinanya dari warna; tes DNA adalah cara paling akurat.
Mengenal Burung Lovebird
Nama Agapornis berasal dari bahasa Yunani yang kurang lebih berarti “burung cinta”. Julukan ini muncul karena lovebird sering terlihat berdempetan dan saling merapikan bulu dengan pasangannya. Ukuran tubuhnya kecil, kira-kira 13–17 cm dari kepala sampai ujung ekor, dengan badan gempal dan ekor pendek.
Dari sembilan spesies, delapan berasal dari daratan Afrika, sedangkan satu spesies, Agapornis canus, berasal dari Madagaskar. Di Indonesia, lovebird populer sebagai burung hias dan burung kicau, sehingga banyak penangkar menghasilkan beragam warna mutasi.
Soal umur, sumber-sumber memberi angka yang berbeda. Lovebird yang dirawat baik di rumah umumnya bisa hidup belasan tahun, jauh lebih lama daripada di alam liar. Pakan, kebersihan kandang, dan pemeriksaan rutin sangat memengaruhi umurnya.
Jenis-jenis Lovebird yang Populer di Indonesia
Tiga spesies berikut paling sering dijumpai di pasar burung dan penangkaran. Mutasi warna (biru, kuning, albino, blorok, dan lain-lain) berasal dari spesies-spesies ini.
| Jenis | Nama latin | Ciri warna asli | Lingkar mata putih |
|---|---|---|---|
| Lovebird Fischer | Agapornis fischeri | Wajah jingga, badan hijau, paruh merah | Ada, jelas |
| Lovebird topeng (personata) | Agapornis personatus | Kepala hitam, kalung kuning di dada, badan hijau, paruh merah | Ada, jelas |
| Lovebird muka salem (roseicollis) | Agapornis roseicollis | Wajah merah muda-salem, badan hijau, tunggir biru | Tidak mencolok |
Karena lingkar mata putihnya, Fischer dan personata sering disebut sebagai kelompok “lovebird kacamata”. Roseicollis biasanya sedikit lebih besar dan dikenal cukup berani. Sifat tiap individu tetap berbeda, jadi amati dulu burungnya sebelum membeli.
Pakan Lovebird: Yang Aman dan yang Berbahaya
Menu harian
Kesalahan yang sering terjadi adalah hanya memberi milet setiap hari. Pakan biji saja cenderung tinggi lemak dan kurang vitamin serta mineral. Susun menu harian seperti ini:
- Pakan utama: campuran biji (milet putih, milet merah, jewawut) atau pelet khusus burung paruh bengkok kecil.
- Sayuran hijau yang sudah dicuci bersih, misalnya sawi, selada, atau kangkung.
- Buah dalam porsi kecil, misalnya apel tanpa biji, pepaya, atau pisang.
- Tulang sotong dan grit mineral sebagai sumber kalsium.
- Air minum bersih yang diganti setiap hari.
Buang sisa sayur dan buah yang tidak habis dalam beberapa jam agar tidak basi. Biji kuaci (bunga matahari) boleh diberikan sesekali sebagai camilan, bukan menu utama, karena kandungan lemaknya tinggi.
Makanan yang harus dihindari
Menurut PetMD, beberapa makanan dianggap beracun untuk semua jenis burung:
| Makanan | Alasan |
|---|---|
| Alpukat (semua bagian) | Mengandung persin yang berbahaya bagi jantung dan pernapasan burung |
| Cokelat | Mengandung zat yang beracun untuk burung |
| Bawang merah, bawang putih, bawang bombai | Dapat merusak sel darah dan mengiritasi saluran cerna |
| Biji buah (apel, ceri, aprikot, plum, persik) | Bijinya mengandung senyawa yang dapat melepaskan sianida |
| Makanan asin, berlemak, berbumbu | Membebani tubuh burung yang kecil |
| Permen atau makanan berpemanis xylitol | Dianggap tidak aman untuk burung |
Untuk panduan pakan hewan lain, lihat rubrik pakan dan nutrisi.
Kandang dan Perlengkapan Lovebird
Lovebird adalah burung aktif yang suka memanjat, mengunyah, dan terbang pendek. Pilih kandang sebesar yang ruangan dan anggaran Anda izinkan. Burung yang terlalu lama dikurung di kandang sempit bisa stres, lalu mencabuti bulunya sendiri.
- Ukuran: cukup lebar agar burung bisa membentangkan sayap dan berpindah antartenggeran dengan terbang pendek.
- Jarak jeruji: rapat, supaya kepala burung tidak bisa terjepit atau lolos.
- Tenggeran: pasang dua atau tiga tenggeran dengan diameter berbeda; kayu alami membantu melatih kaki.
- Tempat pakan dan minum: taruh jauh dari bawah tenggeran agar tidak terkena kotoran.
- Mainan: sediakan mainan kunyah yang aman (kayu tanpa cat, anyaman alami) dan ganti posisinya sesekali.
- Lokasi: tempat terang dan berangin, tetapi tidak kena angin kencang, asap dapur, atau panas matahari siang terus-menerus.
Bersihkan alas kandang dan tempat makan setiap hari, lalu cuci kandang secara menyeluruh secara berkala. Kandang yang kotor adalah sumber jamur dan bakteri.
Cara Merawat Lovebird Sehari-hari
Mandi
Kebanyakan lovebird suka mandi. Sediakan wadah dangkal berisi air bersih, atau semprotkan air dengan semprotan halus. Mandikan pada pagi atau siang hari agar bulunya sempat kering sebelum malam.
Dijemur
Sinar matahari pagi bermanfaat untuk burung. Jemur sekitar pagi hari, pastikan sebagian kandang tetap teduh dan air minum tersedia. Jangan tinggalkan kandang di bawah terik siang yang menyengat.
Interaksi
Lovebird adalah burung sosial. Ada anggapan bahwa lovebird akan mati kalau dipelihara sendirian; itu mitos. Lovebird tunggal bisa hidup sehat dan cenderung lebih jinak, asalkan pemiliknya rutin mengajaknya berinteraksi setiap hari. Kalau Anda jarang di rumah, memelihara sepasang biasanya lebih baik.
Cara Membedakan Lovebird Jantan dan Betina
Pada tiga jenis populer di atas, jantan dan betina hampir tidak bisa dibedakan dari warna bulu. Beberapa penangkar menilai dari bentuk kepala, ukuran tubuh, atau perilaku, tetapi cara-cara ini sering meleset.
Satu-satunya cara yang akurat adalah tes DNA dari sampel bulu atau darah yang dikirim ke laboratorium. Tanda lain yang cukup meyakinkan adalah burung yang bertelur, karena hanya betina yang bisa bertelur.
Tanda Lovebird Sakit
Burung pandai menyembunyikan sakit, jadi saat gejalanya terlihat, kondisinya sering sudah cukup serius. Waspadai tanda berikut:
- Bulu terus mengembang dan burung banyak tidur, terutama di dasar kandang.
- Tidak mau makan atau minum.
- Kotoran berubah warna, sangat encer, atau ada darah.
- Napas berbunyi, ekor naik-turun saat bernapas, atau ada cairan dari hidung.
- Mencabuti bulu sendiri sampai botak.
Jika melihat tanda-tanda ini, pisahkan burung dari burung lain dan segera bawa ke dokter hewan yang menangani burung. Jangan memberi obat sendiri tanpa pemeriksaan. Informasi kesehatan hewan lainnya bisa Anda baca di rubrik kesehatan hewan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah lovebird bisa dipelihara sendirian?
Bisa. Lovebird tunggal tidak otomatis sakit atau mati, tetapi ia butuh perhatian ekstra dari pemiliknya setiap hari. Tanpa interaksi yang cukup, burung bisa bosan dan stres.
Apakah lovebird bisa diajak bicara seperti beo?
Lovebird bukan peniru suara yang andal. Sebagian kecil individu bisa menirukan bunyi sederhana, tetapi kebanyakan lebih dikenal karena kicauannya yang nyaring dan terus-menerus.
Berapa kali lovebird diberi makan?
Pakan biji atau pelet sebaiknya selalu tersedia di wadah dan diganti setiap hari. Sayur dan buah segar bisa diberikan sekali sehari, lalu sisanya dibuang sebelum basi.
Apakah lovebird berisik?
Ya, lovebird termasuk burung yang ramai, terutama pagi dan sore hari. Pertimbangkan hal ini jika Anda tinggal di rumah yang berdempetan dengan tetangga.
Lovebird adalah pilihan yang menyenangkan untuk pemula yang ingin memelihara burung paruh bengkok: ukurannya kecil, warnanya menarik, dan tingkahnya lucu. Kunci utamanya sederhana: pakan yang bervariasi, kandang yang bersih dan lega, serta waktu bermain setiap hari. Ingin mengenal jenis burung peliharaan lainnya? Kunjungi rubrik burung.
Ditulis oleh Redaksi Rumah Peliharaan. Informasi kesehatan di sini bersifat umum: untuk diagnosis dan pengobatan, periksakan hewan Anda ke dokter hewan. Lihat Pedoman Redaksi.
